πŸ”΄ 🟑 🟒   Digital Forensics & Akhlak Laboratory

TABAYUN OPS

OPERASI CEK FAKTA β€’ ANTI-GIBAH β€’ ETIKA DIGITAL

Media simulasi investigasi informasi untuk memahami bahaya gibah, fitnah, hoaks, prasangka, dan penyebaran informasi tanpa verifikasi; sekaligus membiasakan tabayun, husnuzan, komunikasi santun, dan tanggung jawab sebagai warga digital.

PAIBP Kelas VIIBab 86 JP β€’ 3 PertemuanLKPD Digital1–4 Agen100% Offline

πŸ” Digital Forensics Lab

Murid memeriksa sumber, konteks, bukti, kredibilitas, dan dampak sebelum menyimpulkan.

πŸ—£οΈ Anti-Gibah Simulation

Kasus grup kelas, komentar, potongan video, rumor, kritik, nasihat, dan konflik digital.

🧾 Penilaian Siap Unduh

Game, LKPD, ringkasan sumber, observasi, proyek, refleksi, CSV, laporan HTML, dan sertifikat.

PANDUAN TABAYUN OPS

1. Pelajari

Baca materi visual, ayat utama, video, dan artikel tepercaya.

2. Kerjakan LKPD

Bandingkan gibah, fitnah, kritik, nasihat, dan tabayun.

3. Investigasi Kasus

Gunakan lima langkah: tahan, identifikasi, periksa, bandingkan, putuskan.

4. Unduh Hasil

Guru melengkapi rubrik dan mengunduh laporan serta CSV.

RINGKASAN MATERI VISUAL

Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun

Al Qur'an Surat Al-Hujurat/49:6 memerintahkan pemeriksaan informasi agar tidak merugikan orang lain karena ketidaktahuan. Al Qur'an Surat Al-Hujurat/49:12 melarang prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan gibah. Prinsip ini sangat relevan untuk komunikasi langsung maupun ruang digital.

πŸ—£οΈπŸ‘‚πŸ’”

1. Gibah dan Fitnah

Gibah adalah membicarakan keburukan seseorang yang benar adanya tetapi tidak disukai jika dibicarakan. Jika informasi keburukan itu tidak benar, perbuatannya menjadi fitnah atau tuduhan dusta. Keduanya merusak kehormatan, kepercayaan, dan persatuan.

⏸️
➑️
πŸ”
➑️
βœ…

2. Tabayun

Tabayun berarti mencari kejelasan hingga informasi dapat dipertanggungjawabkan. Langkah praktisnya: menahan diri, mengenali sumber, memeriksa kredibilitas, membandingkan dengan sumber lain, melihat konteks, dan menentukan sikap yang membawa maslahat.

πŸ—£οΈGibah
🚫Fitnah
πŸ› οΈKritik
🀝Nasihat

3. Membedakan Bentuk Komunikasi

Kritik membangun berfokus pada perbaikan, data, solusi, dan disampaikan dengan santun. Nasihat bertujuan mengajak pada kebaikan tanpa merendahkan. Gibah dan fitnah justru menjatuhkan martabat atau menyebarkan keburukan.

πŸ“±πŸ›‘οΈ

4. Etika Bermedia Digital

Jangan menjadikan viral sebagai ukuran kebenaran. Periksa akun sumber, tanggal, konteks, judul, bukti, dan klarifikasi resmi. Hindari komentar kasar, perundungan, ujaran kebencian, dan membagikan konten yang mencederai kehormatan orang lain.

🧭 Protokol TABAYUN 5T

1. Tahan

Jangan langsung percaya, bereaksi, atau membagikan.

2. Telusuri

Periksa sumber, penulis, tanggal, akun, dan tujuan konten.

3. Temukan Pembanding

Bandingkan dengan sumber resmi atau kredibel.

4. Telaah Konteks

Pastikan potongan video, foto, dan judul tidak menyesatkan.

5. Tentukan Sikap

Bagikan hanya jika benar, bermanfaat, santun, dan tidak merusak kehormatan orang lain. Bila ragu, tahan dan mintalah klarifikasi.

β–Ά Video dan Artikel Rujukan Tepercaya

Tautan memerlukan internet. Materi, game, LKPD, dan penilaian tetap berjalan offline.

Kemenag RI β€” Tabayyun Digital

Artikel tentang memeriksa informasi, konteks, klarifikasi resmi, dan menjaga akal publik dari fitnah serta hoaks.

πŸ“š Baca Artikel
Ringkasan Sumber 1 0 kata

Kemenag RI β€” Pentingnya Tabayyun

Menjelaskan tabayun sebagai sikap tidak mudah percaya sebelum memperoleh informasi dari sumber yang jelas.

πŸ“š Baca Artikel
Ringkasan Sumber 2 0 kata

Muslim.or.id β€” Bahaya Gibah dan Namimah di Media Sosial

Membahas bahaya komentar, penyebaran informasi tanpa kejelasan, dan kelalaian melakukan tabayun di ruang digital.

πŸ“š Baca Artikel
Ringkasan Sumber 3 0 kata

Muhammadiyah β€” Bijak Menyikapi Isu Media Sosial

Menekankan pentingnya akhlak mulia, kejujuran, tabayun, pikiran jernih, dan tidak mudah terseret hoaks serta provokasi.

πŸ“š Baca Artikel
Ringkasan Sumber 4 0 kata
LKPD DIGITAL FORENSIK INFORMASI

LKPD: Anti-Gibah dan Budaya Tabayun

LKPD mengikuti kegiatan modul: memahami konsep, membedakan bentuk komunikasi, melakukan tabayun, menganalisis kasus media sosial, dan merancang kampanye edukatif.

A. Identitas

B. Pemahaman Konsep

C. Analisis Jejak Digital

Kasus 1 β€” Pesan Grup Kelas

Sebuah pesan menyebut teman melakukan pelanggaran tanpa bukti.

Kasus 2 β€” Potongan Video

Video pendek menampilkan pernyataan mengejutkan tanpa konteks lengkap.

Kasus 3 β€” Kritik di Media Sosial

Seseorang mengkritik pelayanan sekolah dengan bahasa kasar.

Kasus 4 β€” Percakapan tentang Aib

Teman membicarakan kekurangan orang lain yang benar terjadi.

D. Lembar Verifikasi 5T

E. Refleksi dan Komitmen

F. Proyek Kampanye Digital

PERSIAPAN AGEN
TABAYUN FORENSICS LAB

REFLEKSI WARGA DIGITAL
HASIL OPERASI
πŸ†

SERTIFIKAT AGEN TABAYUN

Diberikan kepada

atas keberhasilan menyelesaikan TABAYUN OPS dan menunjukkan kemampuan menjaga kehormatan sesama, memeriksa informasi, serta berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab.

Sunarso, S.Pd.I., Gr.
Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
SMP Negeri 1 Susukan, Banjarnegara