π΄ π‘ π’ Digital Forensics & Akhlak Laboratory
π΅οΈββοΈ
TABAYUN OPS
OPERASI CEK FAKTA β’ ANTI-GIBAH β’ ETIKA DIGITAL
Media simulasi investigasi informasi untuk memahami bahaya gibah, fitnah, hoaks, prasangka, dan penyebaran informasi tanpa verifikasi; sekaligus membiasakan tabayun, husnuzan, komunikasi santun, dan tanggung jawab sebagai warga digital.
Baca materi visual, ayat utama, video, dan artikel tepercaya.
2. Kerjakan LKPD
Bandingkan gibah, fitnah, kritik, nasihat, dan tabayun.
3. Investigasi Kasus
Gunakan lima langkah: tahan, identifikasi, periksa, bandingkan, putuskan.
4. Unduh Hasil
Guru melengkapi rubrik dan mengunduh laporan serta CSV.
RINGKASAN MATERI VISUAL
Menghindari Gibah dan Melaksanakan Tabayun
Al Qur'an Surat Al-Hujurat/49:6 memerintahkan pemeriksaan informasi agar tidak merugikan orang lain karena ketidaktahuan. Al Qur'an Surat Al-Hujurat/49:12 melarang prasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan gibah. Prinsip ini sangat relevan untuk komunikasi langsung maupun ruang digital.
π£οΈππ
1. Gibah dan Fitnah
Gibah adalah membicarakan keburukan seseorang yang benar adanya tetapi tidak disukai jika dibicarakan. Jika informasi keburukan itu tidak benar, perbuatannya menjadi fitnah atau tuduhan dusta. Keduanya merusak kehormatan, kepercayaan, dan persatuan.
βΈοΈ
β‘οΈ
π
β‘οΈ
β
2. Tabayun
Tabayun berarti mencari kejelasan hingga informasi dapat dipertanggungjawabkan. Langkah praktisnya: menahan diri, mengenali sumber, memeriksa kredibilitas, membandingkan dengan sumber lain, melihat konteks, dan menentukan sikap yang membawa maslahat.
π£οΈGibah
π«Fitnah
π οΈKritik
π€Nasihat
3. Membedakan Bentuk Komunikasi
Kritik membangun berfokus pada perbaikan, data, solusi, dan disampaikan dengan santun. Nasihat bertujuan mengajak pada kebaikan tanpa merendahkan. Gibah dan fitnah justru menjatuhkan martabat atau menyebarkan keburukan.
π±π‘οΈ
4. Etika Bermedia Digital
Jangan menjadikan viral sebagai ukuran kebenaran. Periksa akun sumber, tanggal, konteks, judul, bukti, dan klarifikasi resmi. Hindari komentar kasar, perundungan, ujaran kebencian, dan membagikan konten yang mencederai kehormatan orang lain.
π§ Protokol TABAYUN 5T
1. Tahan
Jangan langsung percaya, bereaksi, atau membagikan.
2. Telusuri
Periksa sumber, penulis, tanggal, akun, dan tujuan konten.
3. Temukan Pembanding
Bandingkan dengan sumber resmi atau kredibel.
4. Telaah Konteks
Pastikan potongan video, foto, dan judul tidak menyesatkan.
5. Tentukan Sikap
Bagikan hanya jika benar, bermanfaat, santun, dan tidak merusak kehormatan orang lain. Bila ragu, tahan dan mintalah klarifikasi.
βΆ Video dan Artikel Rujukan Tepercaya
Tautan memerlukan internet. Materi, game, LKPD, dan penilaian tetap berjalan offline.
Kemenag RI β Tabayyun Digital
Artikel tentang memeriksa informasi, konteks, klarifikasi resmi, dan menjaga akal publik dari fitnah serta hoaks.
LKPD mengikuti kegiatan modul: memahami konsep, membedakan bentuk komunikasi, melakukan tabayun, menganalisis kasus media sosial, dan merancang kampanye edukatif.
A. Identitas
B. Pemahaman Konsep
C. Analisis Jejak Digital
Kasus 1 β Pesan Grup Kelas
Sebuah pesan menyebut teman melakukan pelanggaran tanpa bukti.
Kasus 2 β Potongan Video
Video pendek menampilkan pernyataan mengejutkan tanpa konteks lengkap.
Kasus 3 β Kritik di Media Sosial
Seseorang mengkritik pelayanan sekolah dengan bahasa kasar.
Kasus 4 β Percakapan tentang Aib
Teman membicarakan kekurangan orang lain yang benar terjadi.
D. Lembar Verifikasi 5T
E. Refleksi dan Komitmen
F. Proyek Kampanye Digital
PERSIAPAN AGEN
TABAYUN FORENSICS LAB
REFLEKSI WARGA DIGITAL
HASIL OPERASI
π
SERTIFIKAT AGEN TABAYUN
Diberikan kepada
atas keberhasilan menyelesaikan TABAYUN OPS dan menunjukkan kemampuan menjaga kehormatan sesama, memeriksa informasi, serta berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab.
Sunarso, S.Pd.I., Gr. Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 1 Susukan, Banjarnegara