Logo Kabupaten Bogor

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 3 CIAWI

Jl. Veteran III Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor

🌟 INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF MURID 🌟

Jenjang SMP Kelas 9 β€” Fase D Β· Untuk Semua Mata Pelajaran
✨ Kenali Diri, Siapkan Langkah ke Jenjang Berikutnya ✨
Bagian 1 dari 128%
πŸ‘‹

Selamat Datang!

πŸ’— Santai saja, ya!

Halo! Ini bukan ulangan dan tidak ada nilai benar atau salah. 😊 Sebagai murid kelas 9, kamu sedang di tahap penting menuju jenjang berikutnya. Semua jawabanmu aman dan hanya digunakan oleh gurumu untuk mengenalmu lebih baik, supaya bisa mendampingimu belajar dan mempersiapkan masa depan dengan lebih tepat. Jawablah dengan jujur sesuai perasaan dan kebiasaanmu β€” tidak perlu tegang. 🌈

Petunjuk Pengisian:
  1. Isi identitas dengan lengkap terlebih dahulu.
  2. Baca setiap pernyataan pelan-pelan, lalu pilih satu jawaban yang paling sesuai denganmu.
  3. Pada bagian skala, pilih angka 1 (Sangat Tidak Setuju) sampai 5 (Sangat Setuju).
  4. Tidak ada jawaban yang salah β€” pilih yang paling menggambarkan dirimu.
  5. Di bagian akhir, tuliskan pendapatmu dengan kalimatmu sendiri.
  6. Kerjakan sendiri, jujur, dan santai. Selamat mengisi! πŸŽ‰
1

Identitas Saya

🎊 Terima Kasih, Sahabat!

Ini ringkasan hasil pengisianmu. Kirimkan ke gurumu ya. πŸ’Œ

🧭 Catatan & Panduan Interpretasi untuk Guru

Instrumen ini memetakan kondisi non-kognitif murid kelas 9 (minat, motivasi, sikap, gaya belajar, kecerdasan emosional, penyesuaian & relasi sosial, serta kebiasaan belajar) dengan penekanan pada kesiapan menuju jenjang berikutnya (SMA/SMK). Skor tiap aspek berkisar 4–20 (rata-rata 4 pernyataan Γ— skala 1–5), dengan kategori:

  • 15–20 (Tinggi/Baik): aspek sudah kuat β€” pertahankan & beri tantangan/pengayaan serta arahan pengembangan diri.
  • 10–14 (Sedang/Berkembang): perlu penguatan bertahap & dorongan positif menjelang kelulusan.
  • 4–9 (Perlu Perhatian): butuh pendampingan khusus, pendekatan personal, dan kolaborasi dengan keluarga/BK β€” terutama menjelang ujian & transisi jenjang.

Pemanfaatan untuk pembelajaran berdiferensiasi & bimbingan karier:

  • Diferensiasi Konten & Proses ← Gaya Belajar: sajikan materi visual, auditori, atau kinestetik sesuai dominasi kelas, khususnya saat pemantapan/persiapan ujian.
  • Bimbingan Karier ← Minat & Motivasi: kaitkan pembelajaran dengan cita-cita & pilihan jenjang lanjut (SMA/SMK/jurusan) untuk memperkuat arah masa depan.
  • Iklim Kelas ← Sikap, EQ & Penyesuaian Sosial: perkuat manajemen tekanan menjelang ujian, kolaborasi, dan pembelajaran sosial-emosional (PSE).
  • Kemandirian Belajar ← Kebiasaan Belajar & Relasi Keluarga: dorong kemandirian, manajemen waktu, dan libatkan orang tua dalam mendampingi persiapan kelulusan.

Jembatan sekolah–keluarga: hasil aspek "Relasi Sosial dalam Keluarga" dan "Kebiasaan Belajar di Rumah" dapat menjadi bahan komunikasi positif dengan orang tua (misal pada pertemuan wali murid menjelang kelulusan), agar dukungan di rumah dan di sekolah saling menguatkan. Gunakan bahasa apresiatif β€” fokus pada dukungan, bukan penilaian.

Catatan: hasil ini bersifat indikatif untuk keperluan pemetaan awal, bukan diagnosis psikologis. Untuk kebutuhan khusus & bimbingan karier lanjutan, koordinasikan dengan Guru BK/psikolog sekolah.

βœ… Tersalin!